Search This Blog

Monday, September 23, 2013

Kutho Solo #Day 2 - Rumah Batik Iwan Setiawan, Kampung Batik Kauman Surakarta & Pusat Grosir Solo



Bangun pagi-pagi, sarapan sebentar, terus dianterin sama Pak Wisnu ke Rumah Batik Iwan Setiawan. Mau kursus batik singkat. Bayar IDR 50ribu, tapi disuruh siapin pensil sendiri. Ya udah, kami beli dulu pensil deh. Eh...di tempat kursus dikasih pensil lagi. Meskipun kondisi pensilnya sudah nggak karuan.

Rumah batik Iwan Setiawan ini letaknya nggak jauh dari homestay. Jalan kaki lima menit saja, sampai deh...kami sudah ditunggu mbaknya disana. Satu buah kanvas berukuran 30x30cm diberikan pada kami. “Lho...ini mau diapain, mbak?” tanya saya bego. Kata si mbaknya suruh digambar pola batik. Hah? Gambar? Saya kan paling nggak bisa gambar. Apalagi gambar batik. *tepok jidat. Tapi kata mbaknya harus gambar sendiri. Maka mulailah kami berkreasi.

Ini pengalaman pertama saya membatik. Juga pertama buat kami bertiga. Berkali-kali malam dalam canting saya keluar seenaknya, memberikan titik-titik noda jelek di atas kanvas. Butuh kesabaran ekstra untuk membatik seperti ini. Kurang lebih satu jam kemudian...jadilah batik kami...

Masih sketsa yang ditorehkan malam. Selanjutnya proses pewarnaan. Kami menggunakan pewarna buatan. Ya sudah, saya pun mewarnai bebas. Terus saya kasih tanda tangan. Narsis banget ya? Biarin lah. Batik ciptaaan saya kok. Hihihi...

Eng ing eng....inilah salah satu batik narsis milik Bhekti :
Batik Narsis

Setelah membatik kami beli beberapa souvenir buat dibawa pulang. Di depan galeri juga kami membeli makanan khas buat oleh-oleh. Oh iya, untuk belajar membatik ini, kita dikenakan tarif IDR 50ribu/orang. Hasil batik juga bisa dibawa pulang. 

Balik lagi ke homestay, terus di tengah jalan ketemu penjual sate. Langsung lah kami beli sate 30 tusuk, kami bawa pulang ke homestay. Rasanya enaaak....

Pusat Grosir Solo
Semula setelah belajar batik kami hendak ke tawang mangu. Namun ternyata sewa mobil dari homestay mahal banget. IDR 400ribu hanya untuk sekitar empat jam. Langsung berhitung dong...supir yang biasa nganterin saya Bandung-Jakarta saja nggak segitu. Akhirnya kami nggak jadi. Memutuskan jalan-jalan keliling kota Solo saja. Apalagi kalau bukan shopping? Belanja di PGS! Batik tentunya...


Buat anda yang tidak pandai menawar, memang disarankan belanja di PGS daripada di Pasar Klewer. Pusat Grosir Solo ini terletak di tengah-tengah kota. Isinya lengkap. Mulai dari kain batik, kaos batik, tenun batik, dan lain sebagainya. Komplit. Namun yang saya kecewa, batik yang dijual disini jarang banget batik Solo. Kebanyakan justru batik Pekalongan. Dimana batiknya adalah jenis batik printing. Bukan kain batik, melainkan kain bermotif batik. Buat saya pecinta batik tulis dan batik cap, tentunya malas membelinya. Sedangkan batik asli Solo saya tidak tahu tempatnya di sebelah mana. Kami hanya membeli beberapa bahan kain dan kaos batik untuk keluarga dirumah. Kaki sudah pegel, akhirnya makan rujak deh di depan PGS. Sebrangnya tepatnya. Sambil menunggu taksi yang lewat. Murah lho rujaknya, cuma IDR 5ribu. Porsinya buanyak banget. Sepiring penuh. Bahkan kita bisa memesan rujak serut. Bumbunya disiram gitu diatas serutan buah-buahan. Pedas, menyegarkan.  
Rujak di Sebrang PGS