Search This Blog

Saturday, August 3, 2013

KEPO

Siang itu saya lagi punya urusan pribadi yang nggak pengen orang lain tahu. Terus ada orang (ngakunya sih temen) padahal nggak deket-deket amat, tiba-tiba ybs nanya-nanya akan hal yang emang saya nggak pengen kasih tahu. Udah dikasih jawaban menghindar alias secara implisit saya sampaikan, "Ada lah...saya lagi nggak pengen cerita" ehh...dianya malah ngotot "Udahlah ceritain aja, siapa tahu nanti jadi plong kalo udah diceritain." hiyyy...

Sudah jelas-jelas saya nggak pengen ngasih tahu. Dan sudah jelas-jelas saya tahu banget kalau saya mengumbar masalah sama orang yang nggak bisa dipercaya, bukannya meringankan beban, malah nambah masalah. Satu lagi, saya juga tahu, dia bakalan bikin gosip besar-besaran kalau sampai saya buka mulut. 

Nyebelinnya tipe orang kayak yang satu itu, pantang menyerah. Terus saja mepet saya supaya saya ngasih jawaban. Dikasih jawaban implisit yang tadinya berniat supaya nggak nyinggung ybs, kaga ngerti-ngerti. Dibilang eksplisit nggak mau ngasih tahu, maksa.

Gara-gara hal ini, saya sampe bikin resume tentang apa itu KEPO.

Menurut Kitab Gaul yang saya baca, Kepo berasal dari bahasa hokkian.
Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu.

Selanjutnya, kalau dalam bahasa Inggris, KEPO adalah akronim dari Knowing Every Particular Object. Yaitu sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat. Dalam beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi kayak semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan sebagai kekuatan orang tsb.

Mengerikan ya?
Itulah orang yang KEPO. Mau tauu aja urusan orang lain. Seneng banget mencampuri urusan yang bukan urusannya. Seolah urusan orang adalah konsumsi publik yang bisa ditelannya kapan saja, dimana saja, dan dia bagiin kemana saja. Padahal dalam berkomunikasi, semestinya kita lihat juga dong lawan bicara kita kayak gimana. Kalau dia mau cerita, ya dengerin. Kalau nggak mau cerita, ya hormati keputusannya. 
Listening, Understanding, and if you can, help him/her to Solving. 



No comments:

Post a Comment