Search This Blog

Thursday, September 3, 2015

Bertasbih di Pantai Semeti



Mungkin belum banyak yang tahu keberadaan Pantai ini. Terletak di pedalaman Lombok Selatan, memberikan tantangan sendiri bagi wisatawan yang hendak berkunjung. Kami harus melewati areal hutan, persawahan yang luas membentang, juga gunung-gunung yang mengelilingi pantai. Jalan yang kami tempuh juga bukanlah jalan yang mulus, melainkan jalan tanah berbatu dengan kontur tanah bergelombang. 

Inilah sisi lain Pulau Lombok yang masih benar-benar alami. Perjalanan ke pedalaman seperti ini yang mungkin saja membuat wisatawan malas atau tidak mengetahui keberadaan pantai yang luar biasa indah. 



Tidak ada retribusi apapun saat kami memasuki kawasan pantai. Pasir pantainya kasar, berbentuk seperti merica yang besar-besar. Berwarna kekuningan, tidak putih seperti pasir pantai yang saya temui sebelumnya.
Pantai ini memiliki ciri khas tersendiri dengan bebatuan koral di sepanjang pantai. Tempat kita bisa menikmati pemandangan pegunungan yang memesona. 



Tunggu dulu, tak berhenti sampai disitu saja pesona pantai ini. Ada bagian yang kami sebut “hidden paradise of Semeti Beach”. Kalau kita jalan ke sebelah kiri pantai, kelihatannya tidak ada yang menarik. Hanya sekumpulan bebatuan biasa dan pepohonan yang menutupi jalan. Seolah itu adalah jalan buntu. Tapi saya pun terkesiap ketika mendengar Mbak Nik menjerit. “Surganya disiniiiiiI!!!”

And this is it...Hidden Paradise of Semeti Beach


Ada tebing curam yang mengagumkan dengan deburan ombak gagah menerjang. Setiap detiknya sungguh memesona. Ombak memeluk tebing dengan berlainan cara. Kadang menghantam, kadang merangkul, kadang bergolak menakjubkan. Tergantung seberapa besar kekuatan sang bayu.

Tak ada kata lain selain mengucapkan, Subhanallah...sungguh besar kuasaMu, Ya Rabb...keindahan ini membuat kami tertunduk, seolah tersihir ciptaanMu dan tak ingin pergi.

Monday, August 17, 2015

Pantai Seger dan Prasasti Kisah Cinta Sang Puteri Mandalika



Mungkin sudah banyak yang bercerita tentang Pantai Seger. Sebuah pantai yang letaknya di Lombok Tengah. Yang paling mencolok di pantai ini adalah keberadaan Prasasti Puteri Mandalika. Di Postingan tentang Pantai Tanjung Aan yang bisa dibaca disini saya sudah bercerita sedikit tentang sang Puteri ini. Nah...ternyata, untuk mengenang Sang Puteri Mandalika, dibangunlah Prasasti berupa Patung di Pantai Seger. Patung tersebut berartikan bahwa Sang Puteri tidak memihak kepada siapapun. Karena tidak menginginkan perang dan pertumpahan darah di bumi Lombok, maka Sang Puteri pun mengorbankan dirinya dengan terjun ke lautan.
Sang Puteri yang memilih terjun ke Lautan
Saya dan teman-teman tidak lama menikmati pantai ini. Hanya singgah, itulah tepatnya. Apalagi kalau bukan karena ketidakleluasaan kami menikmati bibir pantai karena sudah dikuasai oleh hotel berbintang?
With my Bestie, Mbak Nik Sukacita
Mereka bilang sih pantai itu Restricted Area buat non tamu hotel. Duuh...Padahal itu pantai keren banget...
Kita tunggu saja semoga Pemda setempat segera sadar dan nggak menjual semua pantainya ke pihak swasta, apalagi investor dari luar negeri. 

Masa hari gini kita masih terjajah di negeri sendiri?


Overall...seperti pantai-pantai di Lombok tengah, panorama Pantai Seger juga mempesona dengan latar belakang cerita yang unik. Landscapenya menawan, dengan ketenangan dan pemandangan perbukitan yang mengelilinginya.

Selamat Ulang Tahun ke-70 Negeriku,

Apapun kata orang tentang engkau, bagaimanapun sinisnya segelintir rakyatmu menghujat, menganggap engkau negeri yang terpuruk, juga mencemooh pemimpin bangsa ini, buatku engkau tetap yang terhebat, Indonesiaku. Negeri indah dan luar biasa, tempat aku dilahirkan, dibesarkan, dan akan selalu kubela dengan segenap jiwa dan raga hingga ajal menjemput.


Karena kau Indonesiaku, negeriku yang bersanding di hatiku, setelah Tuhan dan Agamaku.

Dari Belakang Tamansari Water Castle

Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung


Wednesday, August 12, 2015

Bercengkrama dengan ombak di Pantai Mawun


Pantai Mawun terletak di Lombok tengah, Pulau Lombok. Pantai ini memang jauh dari jajaran pantai yang biasa dikunjungi wisatawan yang bertandang ke Lombok. Maka dari itu, keindahannya juga masih gress. 

Garis pantainya panjang membentang, dengan pasir putih yang bersih dan ombak yang tenang. Air lautnya berwarna emerald, efek dari terumbu karang di taman bawah lautnya. Anyway...saya nemu foto candid and selfie yang kece disini. Jepretannya Bang Je, sahabat IDC yang emang tugasnya jepret-jepret sambil ngadem dibawah pohon rindang.



Jika dibandingkan dengan pantai yang saya kunjungi sebelumnya, mungkin pantai ini paling ramai dikunjungi oleh wisatawan setempat. Pantai Mawun yang memiliki ombak yang ramah dan air laut yang bersih tentunya mengundang para pelancong untuk berenang atau sekedar bermain air. Tapi sayangnya, saat saya berkunjung kesana fasilitas umumnya benar-benar buruk. Bahkan bisa dikatakan tidak layak. Tempat bilasnya sangat memprihatinkan. Bersatu dengan Toilet yang tidak terawat, itupun hanya ada satu untuk wanita, dan satu untuk pria. Mushalla juga kotor sekali. 

Belum lagi pedagang yang tidak rapi. sampah pun banyak terserak dimana-mana. Mengotori pasir putih yang indah. Duh sayaaang banget rasanya.

Saya pikir ini perlu jadi Pekerjaan Rumah Pemda setempat untuk dapat melengkapi fasilitas umum di Pantai Mawun. Sungguh sangat disayangkan jika potensi wisata sebesar ini disia-siakan begitu saja. Jangan sampai pantai Mawun kelak jadi seperti Tanjung Beloam yang dikuasai oleh sebuah resort, atau pantai Senggigi yang habis ditutup hotel-hotel yang dimiliki oleh Investor berkantong tebal. Ujungnya, wisatawan domestik nggak bisa bebas menikmati pantai indah di negeri sendiri kalau nggak menginap di hotel-hotel dengan harga selangit itu.

Tuesday, August 11, 2015

Berteduh di Pantai Kuta Mandalika



Late Post banget ya tulisan ini. Sambungan dari acara jalan-jalan saya keliling Pulau Lombok tahun 2014 lalu. Setelah puas menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan, kami pun memutuskan untuk berteduh sejenak sembari melepas dahaga di Pantai Kuta Mandalika. Karena letaknya berdekatan, Pantai ini memiliki garis pantai yang hampir mirip dengan Pantai Tanjung Aan. Namun jika dilihat dari fasilitas yang ada, pantai ini tergolong lebih lengkap karena terdapat beberapa penginapan sederhana dan fasilitas ATM. Selain itu, pantai Kuta Mandalika juga lebih ramai pengunjung. 

Pantai Kuta Mandalika
Gadis-gadis kecil menjajakan souvenir sibuk menghampiri kami. Menawarkan barang dagangannya tanpa kenal putus asa. Begitupula para ibu-ibu yang membawa setumpukan kain tenun khas Lombok. Dengan senang hati mereka menyodorkan barang dagangannya kepada kami. Harga yang mereka tawarkan pun relatif murah.
Gadis Kecil Penjaja Souvenir
Mungkin buat anda yang tak terbiasa, hal ini akan mengganggu ketenangan anda dalam berwisata. Tapi kalau kita bersikap sopan pada mereka untuk tidak terus-menerus menawarkan barang dagangannya, mereka pun mengerti. 

Kami berhenti sejenak untuk menikmati kelapa muda yang menyegarkan sebagai teman untuk berteduh, sembari mata menatap birunya air laut dan putihnya pasir pantai Kuta Mandalika.

FYI, untuk masuk sini kita nggak dipungut biaya retribusi apapun. Hanya bayar parkir/mobil Rp. 5.000,- saja. Sangat Worth it tentunya.